- 📥 Artikel Utama dan Penjelasan singkat sebelum Download
- 📘 Download Versi Lengkap MSDS pdf 1 halaman sesuai GHS
- 📚 referensi resmi: GHS of Classification and Labelling of Chemicals (UNECE) 2025
Sebelum mengunduh, pastikan Anda paham 3 bagian terpenting SDS yang ada pada penjelasan dibawah:
(1) Cara membaca (M)SDS.
(2) Contoh (M)SDS NaOH.
(3) Pengelolaan B3 (sub Menu: Regulasi (M)SDS di Indonesia).
Silakan baca dulu artikel dibawah ya.
MSDS Bahasa Indonesia pdf (1 lembar)
Halaman ini disediakan sebagai referensi (M)SDS Bahasa Indonesia pdf untuk keperluan edukasi, keselamatan kerja, dan kepatuhan regulasi. Tidak diperlukan registrasi atau pembelian untuk mengakses Artikel Utama.

Penjelasan, fungsi, dan cara bacanya
Apa itu MSDS?
MSDS (Material Safety Data Sheet) adalah dokumen yang berisi informasi keselamatan bahan kimia, termasuk bahaya, cara penanganan, penyimpanan, serta tindakan darurat.
MSDS adalah dokumen penting yang berisi informasi detail tentang potensi bahaya (kesehatan, kebakaran, reaktivitas, dan lingkungan) dari suatu produk kimia atau bahan berbahaya, serta cara penanganan, penyimpanan, dan tindakan darurat yang aman.
MSDS memiliki tujuan utama untuk memastikan bahwa setiap pekerja memahami risiko bahan yang digunakan serta mengetahui cara melakukan pencegahan dan penanganan yang benar. Oleh karena itu, perusahaan wajib menyediakan MSDS dalam bahasa yang mudah dipahami, termasuk Bahasa Indonesia.
Secara global, istilah MSDS kini telah diperbarui menjadi SDS (Safety Data Sheet) sesuai sistem GHS (Globally Harmonized System).
Namun di Indonesia, istilah “MSDS” masih banyak digunakan dalam pencarian dan praktik lapangan.
Halaman ini menyediakan (M)SDS Bahasa Indonesia pdf: (Material) Safety Data Sheet dengan format 1 lembar – LANGSUNG TEMPEL di titik lokasi penggunaan atau penempatannya.
MSDS Bahasa Indonesia pdf yang sering dicari: MSDS NaOH, MSDS HCl, MSDS NaCl, MSDS H2SO4, MSDS Etanol, MSDS Metanol, MSDS Kloroform, …
Perubahan Istilah (MSDS menjadi SDS)
Secara internasional dan di Indonesia, terjadi transisi penggunaan istilah dari MSDS (Material Safety Data Sheet) menjadi SDS (Safety Data Sheet). Perubahan ini terkait dengan adopsi Globally Harmonized System (GHS) untuk klasifikasi dan pelabelan bahan kimia, yang di Indonesia telah diadopsi menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) 9030-2:2021.
SDS memiliki format standar yang seragam secara global, terdiri dari 16 bagian/seksi, sementara MSDS lama bisa memiliki format yang berbeda-beda.
Fungsi Utama LDKB (MSDS/SDS)
- Kepatuhan Regulasi: Diperlukan untuk kepatuhan terhadap peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta untuk keperluan ekspor dan impor barang berbahaya.
- Melindungi Pekerja: Memberikan informasi cara bekerja dengan aman menggunakan bahan kimia tersebut.
- Panduan Darurat: Menyediakan instruksi tentang apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau tumpahan.
Untuk membaca MSDS, pahami setiap bagiannya secara sistematis, mulai dari identifikasi produk, bahaya, komposisi, hingga penanganan darurat.
Mulai dengan membaca bagian MSDS bahasa Indonesia pdf
- Identifikasi Bahaya untuk mengetahui risiko utama,
- ikuti instruksi Pertolongan Pertama untuk kesiapan darurat,
- pahami Penanganan & Penyimpanan yang benar, dan
- gunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang sesuai yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Langkah-langkah membaca MSDS bahasa Indonesia pdf
- Identifikasi Produk dan Perusahaan:
- Periksa nama produk, nama dan alamat produsen, serta nomor telepon darurat di bagian paling atas.
- Pastikan nama produk dan produsen cocok dengan label yang ada pada kemasan.
- Gunakan nama kimia spesifik jika memungkinkan untuk mencari informasi lebih lanjut.
- Identifikasi Bahaya:
- Bagian ini menjelaskan risiko utama seperti mudah terbakar, beracun, korosif, atau reaktivitas bahan.
- Perhatikan kode bahaya (misalnya biru untuk kesehatan, merah untuk kebakaran, kuning untuk reaktivitas) dan simbol bahaya lainnya untuk pemahaman cepat.
- Komposisi Bahan:
- Bagian ini mencantumkan bahan-bahan penyusun produk, penting untuk mengetahui komposisi kimia secara detail.
- Tindakan Pertolongan Pertama:
- Pahami instruksi langkah demi langkah jika terjadi paparan, seperti kontak dengan kulit, mata, terhirup, atau tertelan.
- Misalnya, jika mata terpapar, segera bilas dengan air selama minimal 15 menit.
- Penanganan dan Penyimpanan:
- Pelajari cara menangani dan menyimpan bahan kimia dengan aman untuk menghindari kecelakaan, seperti potensi reaktivitas atau tumpahan.
- Ketahui bahan-bahan yang tidak boleh dicampur.
- Alat Pelindung Diri (APD):
- Pilih dan gunakan APD yang sesuai berdasarkan informasi yang diberikan, seperti jenis sarung tangan, pelindung mata, atau masker yang dibutuhkan.
- Tindakan Darurat Lainnya:
- Baca dan pahami prosedur untuk keadaan darurat, seperti pemadaman kebakaran dan penanggulangan tumpahan.
- Informasi Tambahan:
- Periksa bagian akhir untuk informasi tambahan seperti tanggal revisi MSDS, nomor referensi, dan informasi lainnya.
FAQ MSDS bahasa Indonesia
1. Apa fungsi utama MSDS?
Untuk menjelaskan bahaya bahan kimia dan cara penanganan aman sesuai standar K3.
2. Apakah MSDS wajib tersedia di tempat kerja?
Ya. Semua perusahaan yang menggunakan bahan kimia wajib menyediakan MSDS dalam bahasa yang dipahami pekerja (di Indonesia → Bahasa Indonesia).
3. Siapa yang membuat MSDS?
Produsen atau distributor bahan kimia. MSDS harus diperbarui secara berkala mengikuti standar GHS.
4. Apa perbedaan MSDS dan SDS?
MSDS adalah format lama, SDS adalah format baru GHS dengan struktur 16 bagian wajib.
5. Apakah MSDS boleh difotokopi/dibagikan?
Boleh. MSDS sifatnya public safety document.
MSDS dan SDS pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menyediakan informasi keselamatan mengenai bahan kimia berbahaya, namun terdapat perbedaan utama dalam standarisasi dan format.
SDS adalah versi yang lebih baru dan terstandardisasi secara global.
Ringkasan perbedaannya:
1. Nomenklatur dan Adopsi Global
- MSDS (Material Safety Data Sheet) adalah istilah lama yang digunakan sebelum adanya standardisasi global.
- SDS (Safety Data Sheet) adalah istilah baru yang diadopsi sebagai bagian dari Sistem Harmonisasi Global untuk Klasifikasi dan Pelabelan Bahan Kimia (GHS) PBB.
2. Standardisasi dan Format
- MSDS memiliki format yang bervariasi tergantung pada produsen dan negara, sehingga sulit untuk diikuti secara konsisten. Beberapa MSDS mungkin hanya memiliki 8 bagian, sementara yang lain memiliki lebih banyak.
- SDS mengikuti format 16 bagian yang ketat dan seragam secara global, yang memastikan informasi disajikan dalam urutan yang sama di mana pun di dunia. Hal ini mempermudah pengguna untuk menemukan informasi penting dengan cepat.
3. Detail dan Konten
- SDS umumnya lebih rinci dan mencakup informasi tambahan dibandingkan MSDS.
- SDS juga memperkenalkan elemen komunikasi bahaya yang terstandardisasi, seperti kata sinyal bahaya (“Warning” atau “Danger“) dan klasifikasi bahaya yang spesifik, yang tidak selalu ada atau konsisten dalam MSDS.
- Beberapa SDS yang diperluas (e-SDS) juga mencakup skenario paparan sebagai lampiran, terkait dengan regulasi seperti REACH di Uni Eropa.
Poin Perbedaan Utama MSDS vs SDS dalam tabel
| Fitur | MSDS (Material Safety Data Sheet) | SDS (Safety Data Sheet) |
|---|---|---|
| Status | Istilah lama/usang | Istilah baru dan standar saat ini |
| Format | Agak bervariasi | Baku 16 bagian |
| Standardisasi | Tidak terstandardisasi, format bervariasi | Terstandardisasi secara internasional di bawah GHS |
| Format | Format tidak tetap, jumlah bagian bervariasi | Format 16 bagian yang wajib dan konsisten |
| Konsistensi | Informasi dan tata letak dapat berbeda antar pemasok | Informasi dan tata letak seragam untuk semua produsen |
Saat ini, dokumen yang benar secara regulasi adalah SDS 16 bagian, meskipun demikian masih banyak orang yang tetap menyebutnya MSDS.
Sejak penerapan GHS (misalnya di AS pada tahun 2012, dengan tenggat waktu transisi hingga 2015), perusahaan diwajibkan menggunakan format SDS untuk memastikan komunikasi bahaya bahan kimia yang konsisten dan jelas.
Struktur 16 Bagian SDS (Standar Internasional)
Dokumen SDS resmi terdiri dari 16 bagian:
- Identifikasi bahan dan perusahaan
- Identifikasi bahaya
- Komposisi / informasi bahan
- Tindakan pertolongan pertama
- Tindakan pemadaman kebakaran
- Tindakan penanggulangan tumpahan
- Penanganan dan penyimpanan
- Pengendalian paparan / APD
- Sifat fisika dan kimia
- Stabilitas dan reaktivitas
- Informasi toksikologi
- Informasi ekologi
- Pertimbangan pembuangan
- Informasi transportasi
- Informasi regulasi
- Informasi lainnya
Jika dokumen (M)SDS tidak memiliki struktur ini, kemungkinan masih menggunakan format lama.
BAGIAN 1 – IDENTIFIKASI PRODUK KIMIA DAN PERUSAHAAN
Caustic Soda (Natrium Hidroksida/Sodium Hydroxide)
Flinn Scientific, Inc. P.O. Box 219, Batavia, IL 60510 (800) 452-1261
Chemtrec Emergency Phone Number: (800) 424-10325
Kata Sinyal: BAHAYA
BAGIAN 2 – IDENTIFIKASI BAHAYA
Kelas bahaya: Korosi atau iritasi kulit (Kategori 1).
Menyebabkan luka bakar kulit yang parah dan kerusakan mata (H314). Jangan menghirup kabut, uap, atau semprotan (P260).
Kelas bahaya: Korosif terhadap logam (Kategori 1).
Dapat merusak logam (H290).
Piktogram

BAGIAN 3 – KOMPOSISI, INFORMASI TENTANG BAHAN
| Nama Komponen | Nomor CAS | Formula | Rumus Berat | Konsentrasi |
| Sodium hydroxide | 1310-73-2 | NaOH | 39.997 |
BAGIAN 4 – TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA
Segera hubungi PUSAT RACUN atau dokter (P310).
Jika terhirup: Pindahkan korban ke udara segar dalam posisi yang nyaman untuk bernafas (P304 + P340).
Jika di mata: Bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepaskan lensa kontak jika ada dan mudah dilakukan. Lanjutkan pembilasan (P305 + P351 + P338).
Jika pada kulit atau rambut: Segera lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi. Bilas kulit dengan air (P303 + P361 + P353). Cuci pakaian yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali (P363).
Jika tertelan: Bilas mulut. JANGAN memaksakan muntah (P301 + P330 + P331).
BAGIAN 5 – TINDAKAN PENANGANAN KEBAKARAN
Padatan tidak mudah terbakar.
Natrium hidroksida cair panas dapat bereaksi dengan air.
Kontak dengan aluminium, timah, dan seng membebaskan gas hidrogen. Saat dipanaskan hingga terurai, dapat mengeluarkan asap beracun.
Jika terjadi kebakaran: Gunakan alat pemadam api kimia kering kelas tiga.
Kode NFPA: Hazard (racun) 3, Fire (api) 0, Reactive (reaktif) 1

BAGIAN 6 – TINDAKAN RILIS TAK DISENGAJA
Sapu, tempatkan dalam kantong atau wadah tertutup dan buang.
Ventilasikan area dan cucilah situs tumpahan setelah pengambilan material selesai. Serap tumpahan untuk mencegah kerusakan material (P390).
Lihat Bagian 8 dan 13 untuk informasi lebih lanjut.
BAGIAN 7 – PENANGANAN DAN PENYIMPANAN
Saran Pola Penyimpanan Bahan Kimia (Flinn): Anorganik # 4.
Simpan dengan hidroksida, oksida, silikat, dan karbonat.
Menyerap CO2 dan air dari udara. Simpan wadah tertutup rapat.
Simpan hanya dalam wadah asli (P234).
BAGIAN 8 – KONTROL PAPARAN, PERLINDUNGAN DIRI
Kenakan sarung tangan pelindung, pakaian pelindung, dan pelindung mata (P280).
Cuci tangan dengan seksama setelah memegang (P264).
Pedoman pemaparan: PEL 2 mg /m3 (OSHA);
Ambang batas 2 mg /m3 (ACGIH); IDLH 10 mg/m3
BAGIAN 9 – SIFAT FISIK DAN KIMIA
Pelet atau serpihan putih. Menyerap CO2 dan air dari udara.
Tidak berbau.
Larut : Air dan alkohol
Titik didih : 1388 °C
Titik lebur : 323 °C
pH : dasar
Berat jenis : 2.13
BAGIAN 10 – STABILITAS DAN REAKTIFITAS
Kontak dengan aluminium, timah, dan seng akan melepaskan gas hidrogen. Hindari kontak dengan oksidator kuat, asam kuat, bahan organik, pelarut terklorinasi.
Umur simpan: Bagus, jika tetap tertutup rapat.
Lihat Bagian 7 untuk informasi lebih lanjut.
BAGIAN 11 – INFORMASI TOKSIKOLOGI
Efek akut: Mata dan kulit terbakar. Iritan membran mukosa. pneumonitis.
Efek kronis: NA.
Organ target: Mata, kulit, sistem pernapasan.
Oral-tikus LDL0: 500 mg / kg
Terhirup-tikus LC50: N.A.
Kulit-kelinci LD50: 50 mg / 24H
BAGIAN 12 – INFORMASI EKOLOGI
Data belum tersedia.
BAGIAN 13 – PERTIMBANGAN PEMBUANGAN
Harap tinjau semua peraturan yang mungkin berlaku sebelum melanjutkan.
Saran pembuangan (Flinn): Metode # 10 adalah salah satu opsi.
BAGIAN 14 – INFORMASI TRANSPORTASI
Pengiriman Nama: Natrium hidroksida, padat. Kelas bahaya: 8, Korosif. Nomor PBB: UN1823.
BAGIAN 15 – INFORMASI REGULASI
Terdaftar TSCA, terdaftar EINECS (215-185-5), kode RCRA D002, D003.
BAGIAN 16 – INFORMASI LAINNYA
Lembar Data Keselamatan (SDS) ini untuk panduan dan didasarkan pada informasi dan tes yang diyakini dapat diandalkan. Kami tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan data dan tidak akan bertanggung jawab atas segala kerusakan yang terkait dengannya. Data ditawarkan semata-mata untuk pertimbangan, penyelidikan, dan verifikasi Anda. Data tidak boleh dikacaukan dengan mandat, peraturan, atau persyaratan lokal, negara atau asuransi dan TIDAK ADA JAMINAN HUKUM.
UNTUK ALASAN INI DAN LAINNYA, KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DAN MENGUNGKAPKAN TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN, KERUSAKAN ATAU BEBAN YANG MENDAPATKAN DARI ATAU DALAM CARA APAPUN YANG TERKAIT DENGAN PENANGANAN, PENYIMPANAN, PENGGUNAAN ATAU PEMBUANGAN PRODUK INI.
<end of File>
Mengapa MSDS / SDS Penting di Tempat Kerja?
Dalam praktik industri, SDS berfungsi sebagai:
✔ panduan keselamatan pekerja
✔ referensi tim K3
✔ dasar penyusunan SOP bahan kimia
✔ syarat audit SMK3 dan ISO
✔ perlindungan hukum perusahaan
Banyak temuan audit menunjukkan bahwa perusahaan memiliki atau memakai bahan kimia, tetapi tidak memiliki SDS terbaru atau SDS tidak tersedia dalam Bahasa Indonesia.
Regulasi MSDS / SDS di Indonesia
Penyediaan Safety Data Sheet (SDS), atau Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB), di tempat kerja merupakan kewajiban pengusaha dalam rangka Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya terkait pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kewajiban ini diatur secara spesifik dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan B3.
Regulasi Utama dan Pasal Relevan
- PP No. 74 Tahun 2001:
Dukungan Regulasi Lainnya
- Permenaker No. 25 Tahun 2018 tentang K3 di Tempat Kerja yang Mengelola Bahan Kimia Berbahaya: Mewajibkan SDS sebagai dokumen wajib yang mudah diakses untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian di tempat kerja.
Dengan demikian, penyediaan SDS di tempat kerja merupakan kewajiban pengusaha untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja
SDS juga berkaitan dengan penerapan:
- Sistem Manajemen K3 Indonesia
- Sistem Manajemen K3 ISO 45001
- Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 (pengendalian dokumen & risiko)
Artinya, SDS bukan hanya dokumen teknis, tetapi bagian dari sistem manajemen.
Siapa yang wajib menggunakan (M)SDS?
- Industri kimia, manufaktur, pabrik
- Laboratorium Universitas dan Sekolah
- Rumah Sakit dan fasilitas Kesehatan
- Logistik dan transportasi bahan berbahaya
- Industri makanan dan minuman
- Kontraktor proyek konstruksi
- Perusahaan migas
- Lebaga Pemerintahan (BPOM, KLHK, ESDM)
Checklist berikut dapat digunakan sebagai referensi internal audit atau persiapan audit SMK3 / ISO 45001.
A. Ketersediaan Dokumen
- Setiap bahan kimia memiliki SDS terbaru
- SDS tersedia dalam Bahasa Indonesia
- SDS sesuai dengan supplier dan konsentrasi aktual
- SDS menggunakan format 16 bagian (standar GHS)
- Tanggal revisi SDS tercantum dengan jelas
B. Aksesibilitas di Lapangan
- SDS tersedia di area penyimpanan bahan kimia
- SDS tersedia di area produksi / penggunaan
- SDS dapat diakses pekerja tanpa harus meminta izin khusus
- SDS tidak hanya disimpan di kantor administrasi
C. Pengendalian Dokumen
- SDS masuk dalam sistem pengendalian dokumen perusahaan
- Ada prosedur pembaruan jika supplier berubah
- Ada mekanisme penghapusan versi lama
- SDS direview secara berkala (minimal tahunan)
D. Implementasi Praktis
- Pekerja mengetahui lokasi SDS
- Pekerja memahami simbol bahaya (GHS pictogram)
- APD yang digunakan sesuai dengan Bagian 8 SDS
- Prosedur tumpahan mengacu pada Bagian 6 SDS
- SOP kerja mengacu pada informasi SDS
E. Kesiapsiagaan Darurat
- Informasi pertolongan pertama dipahami petugas
- Tim tanggap darurat mengetahui prosedur kebakaran bahan kimia
- Nomor darurat dan referensi SDS tersedia saat kejadian
Checklist ini dapat dijadikan dasar evaluasi internal sebelum audit eksternal.
Alat Pelindung Diri (APD) adalah garis pertahanan terakhir dalam hierarki kontrol bahaya. Meskipun begitu, APD tetap krusial ketika kontrol teknis dan administratif tidak cukup untuk mengurangi risiko paparan.
Hierarki Kontrol Bahaya
- Eliminasi: Menghilangkan bahaya sepenuhnya
- Substitusi: Mengganti dengan bahan yang lebih aman
- Kontrol Teknis: Isolasi orang dari bahaya (ventilasi, penutupan)
- Kontrol Administratif: Mengubah cara kerja (pelatihan, SOP)
- APD: Perlindungan personal sebagai kontrol terakhir
Jenis-Jenis APD Berdasarkan (M)SDS:
Pelindung Pernapasan
Masker setengah atau penuh wajah dengan filter sesuai kontaminan (partikulat, uap organik, gas asam, dll). Untuk konsentrasi tinggi atau kondisi IDLH (Immediately Dangerous to Life or Health), gunakan SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus).
Pelindung Mata dan Wajah
Kacamata safety untuk percikan ringan, goggle untuk perlindungan penuh dari uap dan cairan, face shield untuk perlindungan wajah dari percikan bahan korosif atau panas.
Pelindung Tangan
Material sarung tangan harus dipilih berdasarkan kompatibilitas kimia: nitrile untuk pelarut organik, latex untuk asam encer, neoprene untuk asam kuat, PVC untuk basa, dll. Perhatikan breakthrough time pada MSDS.
Pelindung Tubuh
Lab coat untuk perlindungan ringan, apron tahan kimia untuk perlindungan depan tubuh, coverall atau suit tahan kimia untuk perlindungan penuh tubuh dari bahan berbahaya tinggi.
Pelindung Kaki
Safety shoes dengan toe cap untuk perlindungan dari benda jatuh, chemical-resistant boots untuk area dengan risiko tumpahan kimia korosif atau toksik.
Penting untuk Diingat:
- APD harus dipilih berdasarkan penilaian risiko spesifik dari MSDS
- Periksa kondisi APD sebelum digunakan dan ganti jika rusak
- Latih pekerja cara penggunaan, perawatan, dan keterbatasan APD
- APD bukan pengganti praktik kerja yang aman
.
Artikel Utama sesuai GHS
Materi MSDS Bahasa Indonesia ini dibuat 1 halaman pdf sesuai standar GHS.
Materi penting manajemen SDS
- FAQ: Apa itu SDS dan mengapa itu penting – chemwatch net
- Pictogram GHS Bahan Kimia
- Piktogram bahaya GHS dan Penggunaannya
- Daftar Pernyataan Bahaya GHS – kode H (Hazard)
- Pernyataan Kewaspadaan GHS – Kode P (Precautionary)
Cara Penyimpanan dan Pembuangan (Download ini! Penting!)
- CARA PENYIMPANAN: Suggestions for Taking a Chemical Inventory – Flinn US Resouce
- CARA PEMBUANGAN: Review of Chemical Disposal Procedures – Flinn US Resouce
Untuk perhatian:
- Harap diperhatikan juga tingkat konsentrasi material !
- Tingkat bahaya Konsentrasi HCl 100%, 55%, atau 33%/32% berbeda dengan tingkat bahaya HCl dengan konsentrasi ≤2%.
- Cek kecocokan formula dan kecocokan konsentrasi sebelum anda mengambil kesimpulan dari SDS !
Download MSDS Bahasa Indonesia pdf lengkap
Merupakan (M)SDS bahasa Indonesia pdf yang paling banyak dicari (80+) di Indonesia sejak tahun 2009, berdasarkan internal database kami.
Download 80+ (M)SDS Bahasa Indonesia pdf 1 lembar (TINGGAL TEMPEL) ini sebagai referensi keamanan bahan kimia di tempat kerja anda !
Kategori Asam di MSDS Bahasa Indonesia pdf:
SDS kategori ASAM – database s/d Sept 2025 ==> eBuku: MSDS <== klik ini
- SDS – Asam Asetat larutan -1,6 M – CH3COOH
- SDS – Asam Askorbat (Vitamin C Tablet) – (C₆H₈O₆) –
- SDS – Asam Benzoat – C6H5COOH
- SDS – Asam Borat – H3BO3
- SDS – Asam Sulfamat – N2HSO3H
- SDS – Asam Cuka – CH3COOH – 6.1M-17.4M
- SDS – Asam Format – HCOOH
- SDS – Asam Fosfat – H3PO4
- SDS – Asam Klorida – HCl
- SDS – Asam Nitrat – HNO3
- SDS – Asam Oksalat Dihidrat – H2C2O4•2H2O
- SDS – Asam Salisilat – C₇H₆O₃ (2-HOC₆H₄COOH) –
- SDS – Asam Sitrat – C6H8O7
- SDS – Asam Sulfat – H2SO4
Kategori Basa di MSDS Bahasa Indonesia pdf:
SDS kategori BASA – database s/d Sept 2025 ada di: eBuku: MSDS <== klik ini
- SDS – Aluminium Hidroksida – Al(OH)3•nH2O
- SDS – Amonia – NH4OH
- SDS – Amonium Hidroksida 1,1 M-14,8 M – NH4OH
- SDS – Caustic Soda – NaOH
- SDS – Kalium Hidroksida – KOH
- SDS – Kalsium Hidroksida – Ca(OH)2
- SDS – Magnesium Hidroksida – Mg(OH)2
Kategori Garam di MSDS Bahasa Indonesia pdf:
SDS kategori GARAM – database s/d Sept 2025 ada di: eBuku: MSDS <== klik ini
- SDS – Aluminum Sulfat – Al2(SO4)3
- SDS – Amonium Nitrat – NH4NO3
- SDS – Amonium Sulfat – (NH4)2SO4
- SDS – Fero Sulfat – FeSO4
- SDS – Ferri Klorida – FeCl3
- SDS – Kalium Klorida – KCl
- SDS – Kalium Bromida – KBr
- SDS – Kalium Dikromat – K2Cr2O7
- SDS – Kalium Iodida – KI
- SDS – Kalium Kromat – K2CrO4
- SDS – Kalsium Klorida – CaCl2
- SDS – Kalium Nitrat – KNO3
- SDS – Kalsium Hipoklorit – Ca(OCl)2
- SDS – Kalsium Karbonat – CaCO3
- SDS – Magnesium Sulfat – (MgSO₄) –
- SDS – Mangan Sulfat – MnSO4•H2O
- SDS – Natrium Benzoat – C6H5CO2Na
- SDS – Natrium Bikarbonat – NaHCO3
- SDS – Natrium Bisulfit – NaHSO3
- SDS – Natrium Fosfat Tribasic – Na3PO4•12H2O
- SDS – Natrium Hipoklorit (larutan) – NaOCl
- SDS – Natrium Karbonat – Na2CO3
- SDS – Natrium Klorida – NaCl
- SDS – Natrium Nitrat – NaNO3
- SDS – Natrium Nitrit – NaNO2
- SDS – Natrium Sulfat – Na2SO4
- SDS – Natrium Sulfit – Na2SO3
- SDS – Perak Klorida – AgCl
- SDS – Perak Nitrat – AgNO3
- SDS – Seng Asetat – Zn(CH3CO2)2•2H2O
- SDS – Seng Klorida – ZnCl2
- SDS – Seng Sulfat – (ZnSO₄) –
- SDS – Tembaga Sulfat – CuSO4
- SDS – Tembaga Sulfat Pentahidrat – CuSO4•5H2O
Kategori Senyawa Organik dan Pelarut di MSDS Bahasa Indonesia pdf:
SDS kategori ORGANIK – database s/d Sept 2025 ada di: eBuku: MSDS <== klik ini
- SDS – Aseton – C₃H₆O (CH₃COCH₃)
- SDS – Benzena – C6H6
- SDS – Butana – (C4H10) *)
- SDS – Etanol – C2H5OH
- SDS – Etilen Glikol – C₂H₆O₂ (HOCH₂CH₂OH) –
- SDS – Fenolftalein – (C20H14O4) *)
- SDS – Gliserin – C₃H₈O₃ (C₃H₅(OH)₃) –
- SDS – Heksana – C₆H₁₄ –
- SDS – Isopropil Alkohol – C₃H₈O –
- SDS – Metanol (Metil Alkohol) – CH₃OH –
- SDS – Methyl Orange – (C14H15N3O3SNa) *)
- SDS – Methyl Red – (C15H14N3O2Na) *)
- SDS – Metilen Klorida – (CH₂Cl₂) –
- SDS – Toluena – C₇H₈ (C₆H₅CH₃) –
- SDS – Xilena – C₈H₁₀ (C₆H₄(CH₃)₂) –
*) belum masuk daftar file zip Sept 2025
Kelompok Logam dan Senyawa logam di MSDS Bahasa Indonesia pdf:
SDS kategori LOGAM – database s/d Sept 2025 ada di: eBuku: MSDS <== klik ini
- SDS – Air Raksa – Hg
- SDS – Besi – Fe
- SDS – Magnesium – Mg
- SDS – Seng – Zn
- SDS – Talk – (3MgO•4SiO2•H2O) *)
- SDS – Tembaga – Cu
- SDS – Timbal Nitrat – Pb(NO3)2
- SDS – Merkuri Klorida – HgCl2
*) belum masuk daftar file zip Sept 2025
Kategori Oksidator dan Agen Pembersih di MSDS Bahasa Indonesia pdf:
SDS kategori OKSIDATOR – database s/d Sept 2025 ada di: eBuku: MSDS <== klik ini
- SDS – Kalium Permanganat – KMnO4
- SDS – Peroksida Air – H2O2
- SDS – Natrium Hipoklorit (larutan) – NaOCl
- SDS – Klorin (air) – (Cl₂) –
Kategori bahan kimia lainnya di MSDS Bahasa Indonesia pdf:
SDS kategori LAINNYA – database s/d Sept 2025 ada di: eBuku: MSDS <== klik ini
- SDS – Aquades (air) – H2O *)
- SDS – Benedict’s Qualitative (larutan)
- SDS – Buffer Solution pH 4.00 – (…) *)
- SDS – Buffer Solution pH 7.00 – (…) *)
- SDS – Buffer Solution pH 10.00 – (…) *)
- SDS – Formalin Buffered
- SDS – Glukosa (Larutan Standar) –
- SDS – Kafein – (C₈H₁₀N₄O₂) –
- SDS – Kalsium Oksida – CaO
- SDS – Kamper (Naphthalene) – C10H8
- SDS – Kloroform – CHCl₃.pdf –
- SDS – Laktosa (Gula susu) –
- SDS – Metil salisilat – C8H8O3
- SDS – Natrium Silikat (larutan)
- SDS – Rhodamine B
- SDS – SHMP – Sodium Hexametaphosphate – (NaPO3)n
- SDS – Silika Gel – SiO2•xH2O
- SDS – Urea – CH₄N₂O (NH₂CONH₂) –
- SDS – Zeolit – Na2O•Al2O3•n(SiO2)•x(H2O)
*) belum masuk daftar file zip Sept 2025
.
Materi Populer lain
Materi populer lain berisi materi penting yang sebaiknya anda ketahui juga.
Artikel penting lain
MSDS Bahasa Indonesia pd memberikan artikel penting lainnya:
- The Hazardous materials management handbook – industry gov au
- Managing Your Hazardous Waste – A Guide for Small Businesses – US EPA
- Hazard Communication Guidelines for Compliance – OSHA
.
MSDS Bahasa Indonesia pdf:
UNECE: GHS (Globally Harmonized System) 2025
The Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (Sistem Klasifikasi dan Pelabelan Bahan Kimia yang Diharmonisasikan secara Global) berisi spesifikasi standar untuk lembar data keselamatan. SDS mengikuti format 16 bagian yang disetujui secara internasional dan untuk zat khususnya, SDS harus diikuti dengan Lampiran yang berisi skenario paparan zat khusus ini.
Link:
- Materi Handbook: UNECE: GHS (Globally Harmonized System) 2025
BAGIAN 1: Identifikasi zat/campuran dan perusahaan/usaha
1.1. Pengenal produk 1.2. Penggunaan zat atau campuran yang diidentifikasi dan relevan dan penggunaan yang tidak disarankan 1.3. Rincian pemasok lembar data keselamatan 1.4. Nomor telepon darurat
BAGIAN 2: Identifikasi bahaya
2.1. Klasifikasi zat atau campuran 2.2. Elemen label 2.3. Bahaya lainnya
BAGIAN 3: Komposisi/informasi tentang bahan-bahan
3.1. Substansi 3.2. Campuran
BAGIAN 4: Tindakan pertolongan pertama
4.1. Deskripsi tindakan pertolongan pertama 4.2. Gejala dan efek terpenting, baik akut maupun tertunda 4.3. Indikasi perhatian medis segera dan perawatan khusus yang diperlukan
BAGIAN 5: Tindakan pemadaman kebakaran
5.1. Media pemadam 5.2. Bahaya khusus yang timbul dari bahan atau campuran 5.3. Saran untuk petugas pemadam kebakaran
BAGIAN 6: Tindakan pelepasan yang tidak disengaja
6.1. Tindakan pencegahan pribadi, peralatan pelindung dan prosedur darurat 6.2. Tindakan pencegahan lingkungan 6.3. Metode dan bahan untuk penahanan dan pembersihan 6.4. Referensi ke bagian lain
BAGIAN 7: Penanganan dan penyimpanan
7.1. Tindakan pencegahan untuk penanganan yang aman 7.2. Kondisi penyimpanan yang aman, termasuk segala ketidaksesuaian 7.3. Penggunaan akhir tertentu
BAGIAN 8: Kontrol paparan /perlindungan pribadi
8.1. Parameter kontrol 8.2. Kontrol (jika) terpapar
BAGIAN 9: Sifat Fisika dan Kimia
9.1. Informasi tentang sifat fisik dan kimia dasar 9.2. Informasi lainnya
BAGIAN 10: Stabilitas dan reaktivitas
10.1. Reaktivitas 10.2. Stabilitas kimia 10.3. Kemungkinan reaksi berbahaya 10.4. Kondisi yang harus dihindari 10.5. Bahan yang tidak kompatibel 10.6. Produk penguraian yang berbahaya
BAGIAN 11: Informasi toksikologi
11.1. Informasi tentang efek toksikologi
BAGIAN 12: Informasi ekologis
12.1. Toksisitas 12.2. Kekokohan dan degradabilitas 12.3. Potensi bioakumulatif 12.4. Mobilitas dalam tanah 12.5. Hasil penilaian PBT dan vPvB 12.6. Efek samping lainnya
BAGIAN 13: Pertimbangan pembuangan
13.1. Metode pengolahan limbah
BAGIAN 14: Informasi transportasi
14.1. nomor PBB 14.2. Nama pengiriman PBB yang tepat 14.3. Kelas bahaya transportasi 14.4. Kelompok pengepakan 14.5. Bahaya lingkungan 14.6. Tindakan pencegahan khusus untuk pengguna 14.7. Transportasi dalam jumlah besar sesuai dengan Lampiran II MARPOL dan Kode IBC
BAGIAN 15: Informasi peraturan
15.1. Peraturan/undang-undang keselamatan, kesehatan, dan lingkungan khusus untuk bahan atau campuran 15.2. Penilaian keamanan bahan kimia
BAGIAN 16: Informasi lain
Informasi lain, Disclaimer, tanggal revisi terakhir SDS.
.
MSDS bahasa Indonesia pdf – versi lama
MSDS bahasa Indonesia pdf versi lama yang paling populer:
- MSDS versi LAMA ada di: eBuku: MSDS <== klik ini
- MSDS – Asam Nitrat (HNO3)
- MSDS – Asam Sulfat (H2SO4)
- MSDS – Asam Klorida (HCl)
- MSDS – Caustic Soda (NaOH)
- MSDS – Ferri Chlorida (FeCl2)
- MSDS – Formic Acid (HCOOH)
- MSDS – Peroksida Air (H2O2)
- MSDS – Natrium Hydrosulfit (Na2SO3)
- MSDS – Zinc Clorida (ZnCl2)
- MSDS – Benedict Qualitative
.
Link terkait MSDS bahasa Indonesia pdf
Ini adalah link terkait yang bisa bermanfaat
.